Buku ini mengkaji secara mendalam transformasi peran Hubungan Masyarakat (Humas) di era digital, dengan fokus khusus pada upaya membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren. Di tengah arus informasi yang deras dan kompetisi antarinstitusi yang ketat, Humas tidak lagi berfungsi sekadar sebagai penyampai informasi atau pelaksana teknis, melainkan sebagai jembatan strategis, penasihat ahli, dan fasilitator pemecahan masalah.
Melalui empat bab yang sistematis, buku ini mengupas: konsep dasar Humas dan public trust; strategi humas berbasis media sosial meliputi paradigma baru, teori kunci (komunikasi dua arah simetris, teori jaringan), desain strategis, platform efektif, dan perencanaan konten; membangun public trust melalui media sosial dengan penekanan pada citra lembaga, transparansi, responsivitas, interaksi humanis, serta tantangan dan solusi; serta urgensi humas sebagai fungsi manajemen strategis, optimalisasi akun resmi, efektivitas komunikasi, dan evaluasi kinerja humas.
Buku ini memadukan perspektif teoritis dari para ahli (Cutlip, Center, Broom, Grunig, Castells) dengan praktik nyata di lingkungan pesantren. Penulis menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui komunikasi yang transparan, akuntabel, responsif, dan empatik, serta didukung oleh pengelolaan media sosial yang kreatif dan konsisten. Dilengkapi dengan indikator kinerja (KPI) dan siklus evaluasi berkelanjutan, buku ini menjadi referensi esensial bagi akademisi, praktisi humas, pengelola lembaga pendidikan, serta pengambil kebijakan yang ingin memperkuat reputasi dan legitimasi sosial institusi di era digital.
Ditulis Oleh: Najiburrohman
Khalishatun Nuriyah
Hasan Baharun
ISBN : Proses Pengajuan
Halaman : viii, 106, Uk: 15.5 x23 cm
Cetakan Pertama : Mei 2026
Editor : Nur Aisyah
Layouter : Cindy Charisma Satriyo
Desain Cover : Moch Mahsun
Diterbitkan Pertama Kali Oleh :
Branded Tech Publisher
(Grup Penerbitan CV Branded Tech Indonesia)

